Cipanas ; Kawah Candradimuka menjadi gambaran pentingnya proses penempaan untuk melahirkan petani yang berilmu, terampil, dan bermental tangguh. Melalui proses penggemblengan dan pembelajaran yang berkelanjutan, petani dibekali modal keilmuan sebagai fondasi untuk menerapkan budidaya pertanian modern, menghadapi tantangan di lapangan, dan membangun usaha tani yang produktif dan menyejahterakan. Semangat inilah yang diusung Laboratorium Lapangan KTNA Addrienta Farm, Cipanas, Jawa Barat, sebagai tempat menempa petani menjadi champion pertanian modern.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, HM Yadi Sofyan Noor, menegaskan bahwa laboratorium lapangan tersebut dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para petani. Bukan sekadar tempat belajar, fasilitas ini menjadi ruang penggemblengan, penempaan, dan pelatihan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan mental petani sebelum menerapkan berbagai teknologi dan metode budidaya di lapangan.
Menurut Sofyan, kemajuan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dan semangat bekerja. Petani perlu memiliki landasan keilmuan yang kuat agar mampu memahami teknik budidaya, menentukan langkah yang tepat, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi usaha taninya.
“Semua pihak yang mendorong kemajuan pertanian modern, terutama mereka yang sudah memiliki pengalaman dan keberhasilan dalam berbudidaya, akan kita undang ke Addrienta Farm sebagai narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Dengan begitu, para petani memperoleh bekal pengetahuan yang bisa diterapkan ketika kembali berbudidaya di lapangan,” ujar Sofyan dalam program Bincang Tipis-Tipis yang dipandu host Erman Tale Daulay di kanal Tale Trias Info.
Ia menjelaskan, kehadiran Laboratorium Lapangan KTNA merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor hulu pertanian, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui proses pembelajaran diharapkan menjadi modal penting bagi petani untuk menghadapi persoalan nyata, mulai dari pemilihan teknologi budidaya hingga pengelolaan usaha tani secara lebih efektif.
Penguatan sektor hulu tersebut harus berjalan beriringan dengan pengembangan hilirisasi. Petani perlu dibekali kemampuan mengolah hasil, menciptakan produk bernilai tambah, mengembangkan manajemen usaha, dan memperluas akses pemasaran. Dengan demikian, petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan agribisnis yang memberikan nilai ekonomi dan kesejahteraan.
Pancakrida Addrienta Farm: Ekosistem Pembelajaran dari Hulu hingga Hilir
Konsep pembelajaran di Addrienta Farm ditopang pancakrida, atau lima bidang kegiatan yang mengintegrasikan budidaya tanaman, peternakan, perikanan, pelatihan dan pemanfaatan teknologi agribisnis. Pendekatan ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Di bidang tanaman, Agro Flora menjadi ruang pembelajaran budidaya hortikultura, bunga, tanaman obat, dan tanaman aromatik. Kegiatannya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mencakup pengolahan hasil agar komoditas yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas. Melalui bidang ini, petani dapat mengenali potensi beragam tanaman sekaligus mempelajari cara mengembangkannya sebagai usaha yang bernilai ekonomi.
Sementara itu, Cuni Poultry memperkenalkan budidaya kelinci, ayam petelur, dan ayam broiler dengan pendekatan modern, sehat, efisien, dan berkelanjutan. Pembelajaran peternakan ini membuka peluang bagi petani untuk memperluas sumber pendapatan dan mengembangkan usaha yang dikelola secara lebih terencana.
Di sektor perikanan, Tematik Fishery mengintegrasikan pembelajaran dari kegiatan budidaya dan produksi hingga pengolahan hasil dan pemasaran. Pendekatan hulu-hilir ini menekankan bahwa keberhasilan usaha perikanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan komoditas, tetapi juga oleh kecakapan menjaga kualitas, mengolah produk, dan menjangkau pasar.
Penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian melalui P4S Addrienta Farm, yakni Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. Wadah ini berperan dalam meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan kemandirian petani melalui pelatihan, pembelajaran langsung, dan pertukaran pengalaman. Harapannya, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dan menularkannya kepada petani lain di daerah masing-masing.
Seluruh bidang tersebut diperkuat melalui Support Technology Agribisnis, yang mencakup teknologi tepat guna, digitalisasi, manajemen agribisnis, dan inovasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi, mengelola usaha dengan lebih baik, dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan pertanian modern.
Kelima bidang tersebut saling melengkapi. Budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan menjadi ruang praktik produksi; P4S memperkuat pengetahuan dan keterampilan; sedangkan dukungan teknologi agribisnis membantu petani meningkatkan efisiensi dan mengembangkan usaha secara lebih kompetitif.
Dengan konsep pembelajaran terintegrasi ini, Addrienta Farm diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk mempertemukan pengalaman, teknologi, praktik budidaya, pengolahan hasil, dan pengembangan agribisnis dari hulu hingga hilir.
Mengubah Citra Pertanian, Melahirkan Petani Modern yang Sejahtera
Lebih jauh, Laboratorium Lapangan KTNA di Addrienta Farm membawa misi untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani. Selama ini, pertanian kerap dilekatkan dengan pekerjaan berat, bergelimang lumpur, dan kehidupan ekonomi yang sulit. Padahal, dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan manajemen yang baik, pertanian dapat berkembang menjadi usaha modern yang produktif dan menjanjikan.
KTNA ingin mendorong lahirnya petani yang tidak hanya terampil mengolah lahan, tetapi juga mampu berpikir sebagai pelaku agribisnis. Petani perlu memahami cara meningkatkan produktivitas, mengelola biaya, menjaga mutu hasil, menciptakan produk bernilai tambah, memanfaatkan teknologi, dan membaca peluang pasar.
Dengan bekal tersebut, pertanian diharapkan menjadi pilihan profesi yang terhormat dan memberikan kesejahteraan. Generasi muda pun perlu melihat bahwa sektor pertanian bukan bidang yang tertinggal, melainkan ruang usaha yang terbuka bagi kreativitas, inovasi, dan penerapan teknologi.
Semangat itu sejalan dengan nilai-nilai yang diusung Addrienta Farm, yakni edukasi, produksi, inovasi, kolaborasi, dan kesejahteraan. Melalui kolaborasi para pakar, praktisi, lembaga, dan petani, ekosistem agrofishery yang terintegrasi diharapkan dapat memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kesejahteraan masyarakat pertanian.
Bagi KTNA, membangun pertanian modern harus dimulai dengan menyiapkan manusia yang mampu menjalankannya. Sarana produksi dan teknologi memang penting, tetapi manfaatnya akan lebih optimal apabila berada di tangan petani yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan mental tangguh.
Dari Addrienta Farm, Cipanas, pesan itu ditegaskan kembali: petani maju merupakan fondasi pertanian modern. Melalui laboratorium lapangan sebagai kawah candradimuka, KTNA ingin turut melahirkan champion pertanian Indonesia petani yang berilmu, inovatif, mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadikan pertanian sebagai jalan menuju kesejahteraan.