15 Juli 2024

XPRESI | MEDAN-Makin maraknya aksi begal di Kota Medan semakin mresahkan, karena aksi begal yang dilakukan sekelompok orang yang diduga genk motor tidak segan-segan menghilangkan nyawa korbannya dan mengambil barang berharga milik korban. Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah seorang mahasiswa UMSU meregang nyawa karena dibegal, 4 orang pelakunya berhasil diamankan Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. Wong Chun Sen, M.PdB mengapresiasi Polda Sumut dan Polrestabes Medan dengan gerak cepat berhasil mengamankan pelaku pembegalam mahasiswa UMSU yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Kita menyampaikan apresiasi untuk kinerja tim dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan yang bekerja siang malam demi untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di kota Medan,” katanya, Senin (26/6/2023).

Lebih lanjut Ketua Permabudhi Sumut ini menyampaikan bahwa aksi begal yang melukai korbannya hingga merenggut nyawa korbannya sangat erat kaitannya dengan meningkatnya penyalahgunaan narkoba.

“Dengan adanya usulan penyekatan dan patroli rutin tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP serta stake holder lannya diharapkan dapat menekan angka kriminalitas di Kota Medan. Usulan penyekatan ini juga didukung Walikota Medan Bobby Nasution. Harapan kita, dengan adanya penyekatan dan patroli rutin ini akan mempersempit ruang gerak aksi begal di kota Medan, ” papar Wong yang juga Ketua Gemabudhi Sumut ini.

Sebenarnya, lanjut Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan ini sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi dan meekan aksi begal ini.

“Muncul pertanyaan kita, dimana orang tua mereka dan apakah orang tua sudah lepas tangan dalam melakukkan pengawasan terhadap ativitas anak-anaknya di luar rumah atau sudah abai sama sekali. Kalau sika orang tua melakukan pembiaran sampai berkesinmbungan maka kita akn kehilangan generasi beradab dan Pancasilais di masa yang akan datang,” tandasnya.

Untuk menciptakan suasana kondsif dan aman di sekitar kita, tambah Tarigan kata kuncinya adalah dimulai dari diri kita sendiri, dan keluarga. Kembali pada kepercayaan dan agama yang kita anut yang mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling menghargai dan saling tlong menolong jika ada saudara kita yang membutuhkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *